Selasa, 10 Desember 2013

Pengendalian Hama Tikus




UPAYA PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADI SAWAH SEBAGAI BAGIAN  DARI PROGRAM STOP SPOT PHT

Meningkatnya serangan hama tikus sawah di areal persawahan desa Tanra tuo, kecamatan Cempa kabupaten Pinrang,  membuat petani di wilayah ini menjadi resah. Betapa tidak, dengan adanya serangan hama ini produksi gabah petani menjadi menurun drastis, sehingga penghasilan pun berkurang. Selain merusak tanaman padi yang baru saja ditanam (tabela) , hama ini juga merusak pematang-pematang sawah serta jaringan-jaringan irigasi.
Segala macam cara telah dicoba oleh petani, termasuk pemberian umpan racun serta tanam serempak, tapi tidak membuat serangan hama tikus menurun, bahkan tikus semakin berani  berkeliaran walaupun pada siang hari. Oleh sebab itu Pemerintah kabupaten Pinrang tidak tinggal diam  Kamis tanggal 5 Desember 2013, Tim STOP SPOT-PHT  beserta POPT kecamatan Cempa dan Penyuluh Pertanian desa Tanra tuo turun bersama mengajak para petani untuk melakukan pengendalian massal untuk mengurangi populasi hama tikus.“Betul pak, Tikus disini sangat banyak, musim lalu kami kehilangan hasil kurang lebih 25% akibat serangan tikus yang tidak pernah berhenti, mulai dari awal penanaman sampai menjelang panen”ucap salah satu petani yang bersemangat dalam kegiatan tersebut.
Dengan menggunakan racun tiran dan pompa air mobile yang disambungkan selang panjang, terus disemprotkan masuk ke lubang tikus.  petani melakukan pengendalian hama tikus, mulai dari areal persawahan, kebun-kebun sampai ke bangunan pabrik penggilingan beras, dan hasilnya sangat memuaskan.  Hari ini lebih dari 700an ekor tikus mati..., yah... saya harap kegiatan ini terus berlanjut guna mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh hama tikus”. Ucap pak Rahman, ketua kelompok tani Budi Luhur yang memimpin anggotanya untuk terus mencari tempat persembunyian tikus pada kegiatan tersebut. “Kami juga sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah yang turut memberikan bantuan, baik pikiran, tenaga dan waktu dalam memerangi hama tikus ini, terima kasih juga atas bantuan tirannya pak...” sambung Pak Rahman.
Menurut pak Syahrir (POPT Kec. Cempa), daerah ini memang sangat menunjang perkembangan hama tikus, karena terdiri dari kebun-kebun yang dijadikan sebagai tempat tinggal tikus, selain itu kurangnya kesadaran petani dalam melakukan pembersihan di lingkungan persawahan semakin menunjang tikus untuk bereproduksi.
             Ditambahkan oleh pak Kamaruddin Yakub (Pimpinan Tim STOP SPOT-PHT) mengatakan, pihaknya akan terus memantau daerah yang endemis akan hama, baik hama tikus maupun hama lainya, dan akan memberikan bantuan kepada petani yang mengalami masalah hama dalam melaksanakan usaha budidayanya. Oleh karena itu peran ketua kelompok dan PPL dilapangan sangat kami harapkan guna mendukung program pemerintah yaitu STOP SPOT.


(Penanggung Jawab Berita : Mubarak Harun S.Pt / PPL Desa Tanra Tuo, Cempa)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar