UPAYA PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADI
SAWAH SEBAGAI BAGIAN DARI PROGRAM STOP
SPOT PHT
Meningkatnya
serangan hama tikus sawah di areal persawahan desa Tanra tuo, kecamatan Cempa
kabupaten Pinrang, membuat petani di
wilayah ini menjadi resah. Betapa tidak, dengan adanya serangan hama ini
produksi gabah petani menjadi menurun drastis, sehingga penghasilan pun
berkurang. Selain merusak tanaman padi yang baru saja ditanam (tabela) , hama
ini juga merusak pematang-pematang sawah serta jaringan-jaringan irigasi.
Segala
macam cara telah dicoba oleh petani, termasuk pemberian umpan racun serta tanam
serempak, tapi tidak membuat serangan hama tikus menurun, bahkan tikus semakin
berani berkeliaran walaupun pada siang
hari. Oleh sebab itu Pemerintah kabupaten Pinrang tidak tinggal diam Kamis tanggal 5 Desember 2013, Tim STOP SPOT-PHT beserta POPT kecamatan Cempa dan Penyuluh
Pertanian desa Tanra tuo turun bersama mengajak para petani untuk melakukan
pengendalian massal untuk mengurangi populasi hama tikus.“Betul pak, Tikus disini sangat
banyak, musim lalu kami kehilangan hasil kurang lebih 25% akibat serangan tikus
yang tidak pernah berhenti, mulai dari awal penanaman sampai menjelang
panen”ucap
salah satu petani yang bersemangat dalam kegiatan tersebut.
Dengan
menggunakan racun tiran dan pompa air mobile yang disambungkan selang panjang,
terus disemprotkan masuk ke lubang tikus. petani melakukan pengendalian hama tikus,
mulai dari areal persawahan, kebun-kebun sampai ke bangunan pabrik penggilingan
beras, dan hasilnya sangat memuaskan. “Hari ini lebih dari 700an ekor tikus mati...,
yah... saya harap kegiatan ini terus berlanjut guna mengurangi kerusakan yang
diakibatkan oleh hama tikus”. Ucap pak Rahman, ketua kelompok tani Budi Luhur
yang memimpin anggotanya untuk terus mencari tempat persembunyian tikus pada
kegiatan tersebut. “Kami juga sangat
berterima kasih atas bantuan pemerintah yang turut memberikan bantuan, baik
pikiran, tenaga dan waktu dalam memerangi hama tikus ini, terima kasih juga
atas bantuan tirannya pak...” sambung Pak Rahman.
Menurut
pak Syahrir (POPT Kec. Cempa), daerah ini memang sangat menunjang perkembangan
hama tikus, karena terdiri dari kebun-kebun yang dijadikan sebagai tempat
tinggal tikus, selain itu kurangnya kesadaran petani dalam melakukan
pembersihan di lingkungan persawahan semakin menunjang tikus untuk
bereproduksi.
Ditambahkan
oleh pak Kamaruddin Yakub (Pimpinan Tim STOP SPOT-PHT) mengatakan, pihaknya akan
terus memantau daerah yang endemis akan hama, baik hama tikus maupun hama
lainya, dan akan memberikan bantuan kepada petani yang mengalami masalah hama
dalam melaksanakan usaha budidayanya. Oleh karena itu peran ketua kelompok dan
PPL dilapangan sangat kami harapkan guna mendukung program pemerintah yaitu
STOP SPOT.
(Penanggung Jawab Berita : Mubarak Harun
S.Pt / PPL Desa Tanra Tuo, Cempa)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar